Jackson Wang blak-blakan mengenai musik teranyar setelah baru-baru ini merilis High Alone. Lagu tersebut menjadi sarana ia berbagi mengenai kerentanan, kesepian, dan patah hati, dan perjuangan personal beberapa tahun terakhir.
Perilisan High Alone menjadi pembuka untuk rencana peluncuran album solo Jackson mendatang, Magic Man 2. Album itu nantinya disebut-sebut kembali mengungkapkan potret intim emosi dan pengalaman batin sang musisi.
Indonesia beberapa waktu lalu, Jackson Wang mengaku tidak ada hal yang menjadi inspirasi dalam pembuatan album tersebut. Ia menekankan semuanya tentang kisah yang ia alami selama ini.
“Itu hanya kebenaran dari apa yang saya alami, dan saya hanya membagikannya melalui musik, mengekspresikannya melalui visual, itu saja,” cerita Jackson Wang.
Magic Man 2 bukan satu-satunya proyek yang menampilkan keterbukaan Jackson kepada pendengar tentang hidupnya. Hal itu sudah ia lakukan dalam proyek-proyek sebelumnya.
Ia berpendapat hal itu dilakukan bukan untuk menjadi inspirasi sebuah karya, melainkan memberi tahu kepada lebih banyak orang tentang kehidupan sebagai manusia biasa.
“Bahkan bukan sebagai performer atau semacamnya, ini hanya sebagai manusia, sebagai seorang teman. Kami ingin lebih lugas, benar, kami ingin lebih lugas, dan jika kami merasakan ini, jika kami mengatakan ini, jika kami percaya sesuatu seperti yang saya yakini, maka itu lah adanya,” ia menegaskan.
“Anda tahu, kita tidak harus membuat seluruh dunia setuju dengan kita, benar, dan itu lah yang saya inginkan, itu cara saya bersikap jujur.”
Musisi tersebut kemudian membeberkan bahwa album terbarunya mendatang, Magic Man 2, mengeksplorasi lebih kesedihan Jackson dalam hidupnya dan terbagi menjadi empat chapter.
Ia pun menyatakan semua hal itu yang ia lalui belakangan ini sehingga dirinya dalam kondisi baik dan menemukan kedamaian saat ini. Hal tersebut pula yang ia harapkan bisa ditemukan oleh pendengar.
Namun, ia menekankan semua penilaian dan persepsi diserahkan kembali kepada penggemarnya.
“Saya membagi ceritanya menjadi empat chapter dalam keseluruhan album ini. Mulai dari kegilaan ke kesadaran, lalu kehilangan kendali dan ke kesadaran, hingga akhirnya menemukan kedamaian,” beber musisi tersebut.
“Sekarang saya baik-baik saja karena itu sudah terjadi Saya sudah melupakannya. Itu terjadi dalam empat tahun terakhir.”
“Seperti yang saya katakan, saya sudah menerima semuanya. Pola pikir saya jauh lebih baik. Saya bersikap netral tentang segalanya saat ini. Tidak baik. Tidak buruk. Biasa saja. Ya begitulah adanya,” ia menegaskan.
Terkait jadwal perilisan Magic Man 2, album tersebut dipastikan meluncur tahun ini. Namun, belum ada jadwal detail untuk album itu.
Album tersebut akan hadir sekitar tiga tahun sejak perilisan Magic Man pada 2022, dan tur dunia yang ia gelar pada 2023.